Apa Saja

Saya Ingat, Saya Pernah Terjebak dalam Demonstrasi & Kerusuhan

Saya sedang berada di CISRAL (perpustakaan UNPAD) waktu kemarin saya mendengar banyak orang berteriak-teriak TOA. Awalnya saya tidak bisa mendengar apa yang mereka teriakan. Setelah didengar lagi, ternyata itu suara rekan-rekan mahasiswa yang sedang berdemo. Hmm, pasti mereka ikutan aksi demo 100 hari kabinet Indonesia Bersatu II. Saya dan beberapa orang yang sedang di dalam perpustakaan terganggu juga dengan suara-suara berisik itu. Tapi ya sudahlah, itu hak mereka juga.

Saya tidak mengindahkan teriakan-teriakan di luar itu, tapi tiba-tiba ketika teriakan dan nyanyian semakin keras, ditambah suara motor yang sengaja dideru-derukan, jantung saya mendadak deg-degan dan sedikit keluar keringat dingin dari pelipis saya.

Hey! Masa saya takut sih mendengar suara-suara itu?

Dan saya baru tersadar.. Mungkin saat itu saya tiba-tiba teringat kejadian kurang lebih 9 tahun lalu, tahun 2001. Saya pernah terjebak di angkutan umum, di tengah gelombang orang-orang yang sedang berdemo. Saya lupa demo apa ketika itu. Tadi saya googling dengan kata kunci : “demonstrasi, bandung, 2001” akhirnya ketemu juga jawabannya disini.

Waktu itu ada demonstrasi menuntut pemerintah menurunkan harga BBM. Ribuan orang turun ke jalan, banyak juga pekerja yang ikut turun. Demonstrasinya rusuh, banyak bakar-bakar ban, bahkan merusak mobil. Saya ingat waktu itu Gedung Sate Bandung atapnya ditulisi dengan cat putih oleh orang-orang yang berhasil masuk ke Gedung Sate.

Dan saya INGAT DENGAN JELAS bagaimana saya yang waktu itu masih kelas 2 SMP, sedang dalam perjalanan dari sekolah ke tempat les bahasa Inggris EEP yang dulu letaknya di Cikapayang, ketakutan melihat banyak orang berjalan kaki dan meminta angkot yang saya tumpangin berhenti. Ketika angkot berhenti, beberapa orang pendemo ikut naik ke dalam angkot, sambil tetap berdiri dengan kepala menjulur keluar angkot. Muka mereka banyak coreng-moreng hitam (mungkin mereka habis bakar ban). Saya takut sekali waktu itu. Bingung, gemetaran. Tempat les saya sudah lewat dan saya tidak bisa turun karena angkot terus jalan dan saya lihat tempat les saya juga ditutup rapat dengan gembok. Pasti takut jadi sasaran kerusuhan para demonstran.

Akhirnya saya dan semua penumpang angkot cuma bisa diam. Saya takut sekali waktu itu. Angkot terus berjalan hingga sampai BIP, kami diturunkan. Para pendemo lanjut bergabung dengan yang lain berjalan kaki entah kemana tujuan selanjutnya. Di angkot yang saya tumpangi ada mba-mba yang bekerja sebagai SPG di Yogya BIP. Dia mengajak saya turun bersama, asalnya kami mau ‘berlindung’ di dalam BIP. Ternyata BIP ditutup. Akhirnya si mba mengajak saya mencari angkot yang kembali ke arah Dago. Beruntung kami  bisa naik angkot kembali ke arah Dago saat itu. Suasana jalan masih ramai, namun tidak ada lagi pendemo yang ‘membajak’ angkot kami. Saya memutuskan kembali ke rumah nenek saya yang sama letaknya dengan sekolah saya.

Ya! Ternyata itu yang membuat saya sempat deg-degan ketika mendengar demonstrasi dari dekat kemarin. Padahal kalau melihat di berita TV saya biasa saja, ngga ada rasa takut. Tapi beda rasanya ketika kemarin saya mendengar dengan jelas teriakan-teriakan rekan-rekan mahasiswa. Untung saya tidak melihat langsung. Kalau iya, mungkin lebih parah lagi deg-degan yang saya alami.

Saya tidak bilang saya trauma dengan demonstrasi. Apalagi sekarang seringkali berita TV menayangkan berita demonstrasi. Tapi pengalaman buruk waktu SMP itu cukup membuat saya, ketika masuk ke bangku kuliah, dengan sepenuh hati mengikrarkan diri tidak akan ikut terjun ke demonstrasi apapun dengan alasan apapun.

Semoga tidak ada lagi demonstrasi yang berujung anarkis di Indonesia, dan di dunia ini. Amin.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s