ASEAN-Japan · Budaya · Indonesia

Layar Perak Panggung Gerak!

Mari berkarya, dalam puisi dan lagu.. Musik dan tari.. Layar perak, panggung gerak, adalah tempat kita insan dunia.. Ekspresikan diri! (Titi DJ – Ekspresi)

Alhamdulillah, saya pernah mendapat beberapa kesempatan untuk menjadi insan dunia yang menikmati indahnya layar perak dan panggung gerak. Tepatnya dimulai ketika saya menjadi bagian dari Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA3), ekstrakurikuler angklung di SMA saya. Sebuah ekskul yang hebat! Saya yakin semua orang yang pernah menjadi bagian dalam ekskul ini pasti punya perasaan yang sama: bangga. :)

Di KPA3 kami sering menjadi bintang tamu dalam berbagai acara. Kami juga melakukan banyak konser, mengikuti festival dan melakukan muhibah kebudayaan ke luar negeri.

‘Kecanduan’ saya kepada panggung dimulai sejak pertama kali saya tampil bersama KPA3. Waktu itu kami mengisi malam pembukaan Festival Paduan Suara ITB. Kalau tidak salah tahun 2002. Saya, Dyah, Bening, dan teman-teman satu tim sama-sama deg-degan waktu itu. Penampilan pertama kami tidak bagus. Kalau diingat lagi sekarang, jelek banget malah. :D Tapi, para pelatih, kakak kelas dan alumni yang hadir menemani kami saat itu tidak menunjukan ‘kejelekan’ penampilah kami. Mereka malah menunggu kami di backstage dan tersenyum sambil tidak lupa memberikan selamat. :) Sejak penampilan perdana itu, saya jadi semakin senang tampil di atas panggung. Selanjutnya, bersama KPA3 juga yang membawa saya ke tempat-tempat dimana saya bisa bertemu orang dari berbagai negara, dan merasakan panggung berskala internasional. Bahkan di beberapa kesempatan, kami melakukan parade di jalanan kota tempat festival berlangsung. Seru!

‘Layar perak-panggung gerak’ lain yang sangat berkesan bagi saya, tentu saja ketika saya mengikuti SSEAYP. Di program ini entah berapa kali saya dan teman-teman lain harus tampil dalam berbagai acara. Tapi tempat favorit saya adalah Dolphin Hall. Sebuah hall di atas kapal M.S. Nippon Maru. Panggungnya tidak terlalu besar, tapi ada hawa-hawa ‘besar’ disana. :)

Sebenarnya, mau di panggung manapun, yang namanya nampil itu tetap menyenangkan buat saya. Rasa deg-degan sebelum tampil selalu jadi bagian yang tidak terlupakan. :) Tapi saya benar-benar memberikan apresiasi kepada negara-negara di luar sana yang memberi perhatian dan penghargaan kepada seni. Dimulai dari adanya gedung-gedung kesenian (yang memang benar-benar untuk pertunjukan, bukan aula biasa), peran pemerintahnya dan para penontonnya yang memang datang untuk menikmati pertunjukan (beda deh rasanya ditonton oleh penonton yang benar-benar ingin menonton atau terpaksa datang *lirik Mas Aa* :D ). Kalau sudah  mendapatkan yang seperti ini, rasanya bangga sekali. Perjuangan dan latihan yang telah dilakukan berhari-hari hingga berbulan-bulan akan terbayar oleh senyum dan standing ovation dari para penonton. :)

Nah, rasa ini yang belum saya temukan kalau nampil di Indonesia.

Sekarang di Jakarta sudah ada gedung kesenian yang benar-benar gedung kesenian, namanya Aula Simfonia. Beberapa bulan lalu KPA3 mengadakan konser disana. Saya menjadi LO MC saat itu dan duduk di tempat penonton. Nah kalau yang ini saya bisa merasakan kemegahan dari sebuah pertunjukan. Gedung yang indah, akustik yang bagus, pertunjukan yang apik, dan penonton yang baik. :)

Saya harap sih di Indonesia akan semakin banyak gedung-gedung seperti Aula Simfonia ini. Tapi yang lebih penting bukan soal gedungnya, melainkan bagaimana agar masyarakat kita bisa lebih menghargai suatu pertunjukan kesenian. Sayangnya sekarang pertunjukan kesenian yang megah seperti itu masih menjadi konsumsi kalangan tertentu saja. Belum lagi tiketnya yang mahal. :( Alhamdulillah masih banyak juga pertunjukan seni rakyat yang murah tapi tetap meriah. :)

This slideshow requires JavaScript.

Berdiri disana, di panggung-panggung megah, di sepanjang jalan, berparade, disaksikan ratusan bahkan ribuan pasang mata, menari, menyanyi, bermain musik, memakai pakaian adat, membawa nama Indonesia.

Ah, saya kangen berada di tempat-tempat itu..

4 thoughts on “Layar Perak Panggung Gerak!

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s