ASEAN-Japan · Budaya

Melintasi Garis Khatulistiwa, Menjadi Warga Laut

Pernah mendengar tentang sertifikat ini? :)

Sertifikat ini diberikan kepada para pelaut yang pertama kali melintasi garis khatulistiwa. Bukan hanya pelaut Indonesia, tapi pelaut dari negara-negara lain juga.

Selain pemberian sertifikat, sebenarnya ada juga tradisi upacaranya. Kalau di Indonesia, dikenal dengan sebutan Mandi Khatulistiwa. Katanya, tradisi ini sudah ada sejak zaman dulu dan dilakukan oleh semua pelaut di dunia. Hasil googling saya menyebutkan kalau di upacara ini, para pelaut yang pertama kali melintasi garis khatulistiwa ini akan ‘dimandikan’ oleh pelaut-pelaut lain yang sudah pernah melintasi garis khatulistiwa. Prosesi ‘mandi’nya beragam. Ada yang ‘dimandikan’ dengan air kotor, air bunga, atau bahkan disemprot dengan air selang beramai-ramai. Kayanya sih tergantung tradisi yang berlaku. Yang jelas, ini berlaku bagi semua pelaut yang baru melintasi garis khatulistiwa, tidak peduli pangkatnya apa. Jadi bisa saja mereka yang sudah berpangkat tinggi tapi belum pernah lewat garis ini, ya tetap harus ikutan. :)

Setelah itu para pelaut yang sudah melewati upacara ini akan mendapat sertifikat, sebagai bukti bahwa mereka sudah melintasi garis khatulistiwa. Sertifikat ini semacam ‘penerimaan’ sebagai warga laut. Di satu artikel yang saya baca, bahkan ada pelaut yang mengadakan kabaret mini dalam rangka upacara ini. Jadi ada yang berperan sebagai Dewa Neptunus yang ‘membaptis’ para pelaut baru ini. Hehe.. Kreatif! :)

Kenapa saya menulis tentang ini? Karena saya baru menemukan foto diatas dan foto ini :

Equator Crossing Certificate
Equator Crossing Certificate

YUP! Saya mendapat sertifikat ini waktu M.S. Nippon Maru melintasi garis khatulistiwa. Well, kami bukan pelaut dalam arti sebenarnya. Tapi, kami –para pemuda harapan bangsa dari 10 negara ASEAN dan Jepang- ini juga sering disebut sebagai pelaut muda. Yaa karena kami menghabiskan setengah perjalanan kami dengan berlayar di lautan. :)

Kapal kami melintasi garis khatulistiwa dua kali. Yang pertama dalam perjalanan dari Muara (Brunei Darussalam) ke Jakarta (Indonesia), yang kedua dari Jakarta (Indonesia) ke Bangkok (Thailand). Waktu itu kami tidak mendapatkan upacara seperti yang saya gambarkan di atas. Tapi pihak Admin dari Jepang dan Captain Shirakawa memberitahu kami bahwa kapal akan melintasi garis khatulistiwa. Pagi hari di hari kami melintasi si garis, Abah (National Leader – ketua kontingen Indonesia) menelepon kabin saya, bilang kalau jam 6 pagi nanti kami akan melintasi titik khatulistiwa. Abah minta saya untuk memberitahu teman-teman sekontingen. Tapi yang ada cuma beberapa orang yang menjawab telepon saya. Sisanya masih tidur. :D Toh ga ada acara khusus juga sih, saya juga setelah menerima telepon Abah langsung tidur lagi. Hehe..

Dan, ternyata meskipun bukan pelaut sebenarnya dan tidak mengalami upacara ‘penerimaan sebagai warga laut’, kami juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah melintasi khatulistiwa. Sertifikatnya seperti foto diatas. Ditandatangani oleh kapten kapal.

Sampai sekarang sebenarnya saya ngga tau juga apa fungsi dari sertifikat ini, selain sebagai souvenir dan barang bukti. Tapi setelah saya googling dan menemukan banyak cerita dari para pelaut tentang sertifikat dan upacara melintasi garis khatulistiwa ini, saya jadi bangga karena sertifikat ini tanda kalau saya sudah ‘diterima’ sebagai warga laut. :)

Kenapa bangga? Inget dong sama lirik lagu ini :

Nenek moyangku seorang pelaut.. Gemar mengarung luas samudera. Menerjang ombak tiada takut, menantang badai sudah biasa..

Yeay!

p.s. : saya (pasti) akan menulis tentang rasanya jadi anak laut. nanti ya..

5 thoughts on “Melintasi Garis Khatulistiwa, Menjadi Warga Laut

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s