Apa Saja · Indonesia · Kanak-Kanak

Terpujilah Wahai Engkau, Abang Odong-Odong..

odong-odong kuda
aisyah naik odong-odong kuda

Odong-odong!

Dari dulu waktu odong-odong ini mulai booming, saya ingin sekali punya kesempatan untuk mendekatinya. Karena tidak mungkin naik, ya paling tidak foto-foto deh sama si odong-odong ini.. Sayang saya ngga pernah ada kesempatan untuk ketemuan sama dia. Soalnya emang ga ada kepentingan juga sih. :D Nah, tapi sekarang akhirnya saya bisa juga berkenalan sama mainan yang satu ini. Terima kasih buat ponakan kecil saya. Iya, dia senang main odong-odong. Perkenalannya ngga sengaja. Awalnya dia hanya tau mainan di toko-toko atau di Mall. Tapi suatu waktu ada odong-odong yang lewat di rumah. Dia nyoba naik dan suka. Yes, gara-gara dia, saya jadi bisa deket-deket sama odong-odong. ;)

Odong-odong. Mainan murah meriah dan digemari anak-anak. Odong-odong itu :

Murah. Kalau mau naik bayar Rp. 1000, itu dapet 3 lagu. Ngga perlu beli tiket, tinggal bilang sama abangnya. Bandingkan dengan naik korsel (carrousel) di Mall. Bayar Rp. 10.000, ditambah ongkos ke Mall nya, ditambah makan disana, ditambah pengen jajan ini itu.

Meriah. Bentuknya macam-macam. Ada yang mobil-mobilan, kuda-kudaan, kincir, kereta.. Si abang tukang odong-odong biasanya menghias odong-odongnya agar menarik minat anak-anak. Ada yang pasang pita warna-warni sampai pasang lampu kerlap-kerlip. Yang pasti, lagu anak-anak yang ceria selalu diputar.

Dulu odong-odong biasanya hanya dikenal di kalangan pinggiran kota. Kalau boleh dibilang, odong-odong ini diperuntukan bagi mereka yang kurang mampu (mau main di Mall, mahal..) Jadi dia eksisnya di kampung-kampung. Tapi sekarang saya melihat odong-odong dimana-mana. Bahkan di komplek perumahan elit sekalipun. Saya senang melihat anak-anak naik odong-odong, termasuk ponakan saya ini. Kenapa? Karena anak-anak tidak mengenal ‘kasta’. Bagi mereka yang penting bermain. Mau mainan Mall, mau odong-odong, yang penting senang, yang penting ada lagunya. :)

Saya jadi salut sama pencetus ide odong-odong ini. Menurut saya, mereka termasuk ‘pahlawan’ anak-anak. Kenapa? Karena mereka memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak bisa atau tidak mampu main mainan-mainan mahal untuk bisa merasakannya. Yah, meskipun mainannya jauh berbeda, tapi perasaan anak-anak ketika bermain itu pasti sama : senang. Kesenangan yang terpancar dari dunia anak-anak adalah kesenangan yang murni. Dan memberikan rasa senang itu kan sesuatu yang sangat terpuji. Terpujilah wahai engkau, abang odong-odong. :)

odong-odong kincir
aisyah naik odong-odong kincir

Women gather together to wear silly hats, eat dainty food, and forget how unresponsive their husbands are.  Men gather to talk sports, eat heavy food, and forget how demanding their wives are.  Only where children gather is there any real chance of fun. [Mignon McLaughlin, The Neurotic’s Notebook, 1960]

One thought on “Terpujilah Wahai Engkau, Abang Odong-Odong..

  1. oya, saya sebut ‘abang’ odong-odong karena sampai saat ini saya belum pernah melihat perempuan yang keliling menjalankan odong-odong ini. :)

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s