Indonesia · Yang Sering Terjadi

You’ve Got Mail : Pilih Toko Besar atau Warung Kecil?

You’ve Got Mail!

Saya sudah beberapa kali nonton film ini. Film lama, tahun 1998. Drama romantis, saya suka, ngga banyak mikir. ;) Pemainnya juga kesukaan saya, Tom Hanks (Joe Fox) & Meg Ryan (Kathleen Kelly). Eh tapi sekarang saya bukan mau membahas cerita cinta mereka yang unik itu. Tadi malam saya kembali menonton film ini. Dan salah satu cerita dalam film itu mengingatkan saya kepada fenomena di Indonesia sekarang.

Cerita di film :

FOX & Sons Book Superstore-nya Hanks muncul di kota dan berimbas kepada ditutupnya toko-toko buku kecil termasuk The Shop Around The Corner– nya Ryan. Satu toko megah dibangun dengan berbagai fasilitas yang ada, tapi banyak toko kecil lain ditutup. Padahal banyak dari toko-toko itu sudah berdiri sejak lama dan memiliki nilai historis di dalamnya. Film ini memang tidak membahas khusus kepada masalah tutup-menutup ini, hanya menjadikannya sebagai benang merah cerita. Dan di akhir film, ngga ada kejelasan nasib tokonya Ryan. Adanya kejelasan hubungan mereka. Hehehe..

Cerita di Indonesia :

Mall-mall dan waralaba (seperti Indomaret, Yomart, Alfamart..) muncul, toko-toko dan warung-warung kecil tutup. Hei, kalian pernah kaget ngga sih ngeliat di satu jalan dan dalam jarak yang berdekatan ada lebih dari 1 waralaba? Bahkan banyak waralaba yang sama tetapi hanya berjarak kurang dari 10 meter! Saya jadi inget perkataan dosen saya (yang muda cantik pintar idaman para mahasiswa tapi sekarang beliau sudah ada yang punya, calon ibu pula. hehehe) yang bilang kalau setiap dibukanya 1 waralaba di desa-desa, banyak warung-warung kecil yang ‘tutup’. Bukan berarti tutup dalam arti sebenarnya, tetapi penghasilan mereka jauh berkurang.

Apa yang salah dengan munculnya waralaba-waralaba tersebut? Saya bukan orang yang anti belanja di waralaba. Malah seringkali saya juga termasuk orang yang lebih memilih belanja di waralaba ketimbang di warung. Alasannya karena kalau di waralaba kualitas produknya lebih bisa terjaga (ini harus diperhatikan sama orang-orang warung!). Tanggal kadaluarsa, cara penyimpanan dan lainnya lebih diperhatikan dibandingkan di warung. Dan waralaba sekarang banyak yang buka 24jam. Jadi kalau keluar malam-malam pilihan belanjanya ya pasti di waralaba.

+100 poin untuk di warung : nilai sosialnya jauh lebih terasa. Di warung bukan hanya transaksi jual-beli tapi ada basa-basi, ada tawar menawar, ada ngobrol-ngobrol, curhat.. :D

Jadi belanja dimana? Kalau saya sih sekarang tergantung kebutuhan. Kalau untuk makan sehari-hari, Ibeng masih suka belanja di Madin (singkatan dari Mama Dina), warung di dekat rumah. Kalau mau masak jadi bahan-bahannya masih segar. Kalau pengen cemilan, buah-buahan, alat mandi, minuman segar, saya masih pilih belanja ke waralaba. Lebih variatif dan ya itu tadi, terjaga kualitasnya. Intinya, saya masih menggunakan jasa keduanya. Adil kan? :) *membela diri*

Nah nah nah yang bikin heboh (terutama di Bandung ini) adalah : PEMERINTAHNYA (NAMPAK)  GAMPANG BANGET NGASIH IJIN PENDIRIAN WARALABA. Satu-dua waralaba dalam radius beberapa puluh meter masih wajar lah, tapi kalau dalam satu jalan berjarak 20 meter ada 4 waralaba? :O

2 thoughts on “You’ve Got Mail : Pilih Toko Besar atau Warung Kecil?

    1. itu teh kumaha sih dhee?
      saingannya aneh bgt deh.. -_-‘
      bilangin itu sama alumni kita yg jd walikota, jangan gampang ngasih ijin gitu.. :O

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s