Apa Saja · Indonesia · Kanak-Kanak

Saya dan Praja Muda Karana

Praja Muda Karana (Pramuka); Rakyat Muda yang Suka Berkarya.


Wah, sudah bertahun-tahun saya tidak bersentuhan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Pramuka. Terakhir kalinya waktu SMP. Begitu SMA-kuliah, udah dadah sama Pramuka. :(

Waktu SD, seperti halnya anak-anak sekolah waktu itu, saya ikut ekstrakurikuler Pramuka. Seingat saya, semua anak SD (saya SD tahun 1993-1999) setiap hari Sabtu harus memakai pakaian Pramuka. Coklat-coklat, pakai kacu merah-putih (kacu itu dasi Pramuka..), pakai topi rotan, pakai atribut-atribut Pramuka lainnya.. :)

Saya melewatkan SD di dua SD berbeda. Satu di SD swasta, satu lagi di SD Negeri (SDN). Di kedua SD tersebut saya sama-sama ikutan Pramuka, tapi pengalaman Pramuka saya yang sesungguhnya baru saya rasakan di SDN. Waktu itu, mulai dari kelas 4 akhir, saya aktif sekali di Pramuka. Ikut berbagai macam lomba dan sering sekali menang. :) Ikut jurit malam, pelantikan, outbond, post-to-post, baris-berbaris, tes kecakapan umum & khusus, camping, dan banyaaaaak lagi kegiatan Pramuka SDN saya dulu. Waktu itu menurut cerita orang tua dan kakak-kakak saya, saya yang aslinya berkulit cerah, selama di SDN berubah jadi coklat tua karena sering sekali ikut kegiatan di luar ruangan bersama Pramuka. :D

Waktu itu saya semangat sekali belajar morse, semaphore, tali-temali, belajar pengetahuan umum, sampai belajar obat-obatan. Tak lupa menghafal dan mengamalkan Dwisatya, Tri Satya, Dwi Dharma, Dasa Dharma.. :)

Sampai saya masuk SMP, saya ikut lagi ekskul Pramuka. Dengan harapan bisa semeriah waktu di SD saya dulu. Tapi sayangnya waktu itu Pramuka di SMP saya tidak seaktif yang saya bayangkan, meskipun kami juga sering melakukan kegiatan di luar sekolah. Peminat Pramuka mulai berkurang. Mungkin karena pilihan ekskul wajibnya sudah bertambah, ada PMR (Palang Merah Remaja) dan PKS (Patroli Keamanan Sekolah) juga. Kebanyakan teman-teman saya yang memilih PMR dan PKS karena bosan waktu SD-nya udah ikut Pramuka 6 tahun..

Ketika masuk SMA, keadaan Pramuka-nya lebih miris lagi. Saya ingat sekali kemirisan ini. Sebenernya kalau inget pengen ketawa juga sih. :D

Jadi, di SMA saat orientasi siswa baru itu ada waktu dimana ekskul-ekskul masuk ke kelas dan mempromosikan ekskulnya. Wuih, ekskulnya banyaaak, dan semuanya menarik. Kakak-kakak kelas promosinya dengan berbagai cara. Ada yang ngasih kuis, ada yang ngasih kupon, bawa alat musiknya, bawa piala hasil prestasi mereka, dan lain-lain. Nah, tibalah saat ekskul Pramuka masuk ke kelas saya. Dan.. Jreng jreng jreeeeeeeng..

Cuma satu orang akang kelas 3 yang masuk ke kelas, lengkap dengan pakaian Pramuka. Dan ngga bawa apa-apa. Dia cuma promosi aja. Dan sekali lagi, cuma dia sendiri yang promosi!

Oke, anak SMA mana yang tertarik dengan promosi seperti itu? -_-‘ Hehehe.. Iya, saya tau, harusnya saya (yang pernah jadi anggota Pramuka sejati) membantu si akang itu, masuk Pramuka dan lalu kemudian mengembangkan Pramuka di SMA saya. Tapi saya waktu itu sama seperti teman-teman lainnya, yang lebih tertarik sama ekskul lain yang baru dan lebih meriah tentunya. Terus gimana cerita Pramuka di SMA saya setelah itu? Ya, jawabannya pasti sudah ketebak. Ngga ada lagi Pramuka.

Waktu kuliah, udah ngga kepikiran juga buat ikut Pramuka. Jadi, riwayat kepanduan saya berakhir tahun 2002, saat saya keluar SMP. Sayang sekali sih, karena saya tahu ada teman Ibeng yang keluarganya masih aktif di Pramuka sampai ke anak-cucunya. Hebat!

The Legend : Baden Powell
The Legend: Baden Powell

Setahu saya, Pramuka di Indonesia dan di negara-negara lain punya peran penting dalam sejarah negara. Banyak juga tokoh-tokoh yang merupakan aktivis Pramuka. Wajar sih, karena di Pramuka kita memang banyak belajar tentang kepemimpinan dan kemandirian. :)

Sekarang kayanya booming Pramuka di sekolah-sekolah juga sudah memudar ya.. Saya jarang sekali melihat anak-anak sekolah memakai pakaian Pramuka. Bahkan hampir tidak pernah. Terakhir kali saya melihat kegiatan Pramuka waktu ada Jambore di Kiarapayung.

Saya setuju loh kalau Pramuka ini dijadikan ekskul wajib lagi untuk murid-murid SD-SMP. Karena saya yakin, banyak sekali nilai-nilai kepanduan yang bermanfaat untuk anak-anak. Anak-anak pun bisa mengenal alamnya lewat Pramuka. Agar mereka berteman dengan matahari, hujan, tanah, sungai, dan alam sekitar. :)

Selamat Hari Praja Muda Karana!

3 thoughts on “Saya dan Praja Muda Karana

  1. Haiii … Jadi inget, dulu ada lomba ngelukis lord baden powell itu … aku juara I!
    Maklumlah, gambar peserta lain ga ada yang mirip sama sekali :P
    Kalo aku ikut Pramuka karena terpaksa siy, ga biasa hidup menderita jadi bawaannya bawel kalo kemah kebanjiran, dll …
    Tapi lewat Pramuka aku dapet pengalaman tak terlupakan:
    Tidur di tanah lapang di dataran tinggi (lupa) dan melihat hujan bintang jatuh di langit!
    Subhanallah indah banget ….
    Sampe lupa make a wish saking banyaknya bintang jatuh tiap detik :)
    Lam kenal :)

    1. wah hebat, jago gambar dong ya.. :)
      jadi ikutan pramuka karena terpaksa? padahal asik loh, main ke sungai, naik gunung dll.
      hehe.. saya jg aktifnya pas SD aja. :)
      iya, pernah jg camping sambil liat bintang.. :)
      salam kenal jg.. :)

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s