Budaya · Yang Sering Terjadi

Orang Tidak Keren Sama Sekali #1 : Orang yang Merokok

versi Antartika.

# 1 Orang yang Merokok

Sudah dari sananya saya ngga suka sama yang namanya rokok. Tak pernah melakukan aktivitas merokok, dan sama sekali tidak ada niat untuk mencobanya. Oke, saya jujur disini. Duluuuuu banget pas masih TK atau SD gitu, saya dan sepupu pernah nyobain ujungnya rokok punya Uwa. Itu loh yang manis gitu. Tapi cuma beberapa detik. Takut ketauan. :D

Kayanya itu satu-satunya pengalaman saya megang rokok deh. Alhamdulillah. :)

Terus, kenapa saya sampai memutuskan bahwa orang yang merokok adalah Orang Tidak Keren Sama Sekali #1?

Wah, kalau jawaban ilmiah sih semua juga udah tau ya. Ngga perlu lah saya jelaskan panjang lebar lagi apa saja dampak negatif rokok bagi kesehatan. Mematikan. Well, dulu seorang teman yang mendapat beasiswa dari perusahaan rokok pernah memberikan sanggahan tentang bahaya rokok. Saya lupa apa penjelasan dia waktu itu. Yang pasti, dalam pikiran saya cuma : “oh nooo.. lo dikasih doktrin sama perusahaan rokok itu!” (halo bung diplomat! inget percakapan ini ga? :D)

Jawaban bukan ilmiahnya (versi Antartika) juga banyak. Dua diantaranya adalah:

Pertama: ASAP ROKOK ITU SANGAT MENGGANGGU. Sungguh. Sangat mengganggu. Sekali lagi, sangat mengganggu. Saya heran, bagaimana bisa orang tinggal atau paling tidak bertahan lama-lama di tempat yang penuh asap rokok. Apalagi kalau itu ruangan tertutup. Kasihan sekali paru-parunya harus menghirup asap penuh racun itu. :(

Saya, bukannya tidak pernah terjebak dalam kondisi seperti itu loh. Dikelilingi asap rokok.

Di kantin kampus dulu asap rokok bebas berkeliaran. Saat saya Mahasiswa Baru, akang teteh senior datang dengan membawa serta rokok dan asapnya. Di kereta menuju rumah saya, penumpang masih bebas merokok. Di angkot, orang masih ngga punya hati dan menyalakan rokoknya di dalam angkot. Dan, sedihnya, saya masih sering menghadiri pertemuan rutin dimana orang-orangnya merokok. :(

Apa yang harus kita lakukan saat asap rokok menyerang? Ini berdasarkan pengalaman saya:

  1. batuk-batuk ringan, tak lupa sambil mengibaskan tangan di depan wajah
  2. menutup hidung dengan tangan, tisu, saputangan, atau jilbab
  3. melirik si perokok sampai dia sadar kalau diperhatikan
  4. menegur dengan cara sopan dan ramah
  5. menegur dengan cara sopan dan ramah sekaligus tegas dan galak dan volume suara keras hingga semua orang bisa mendengar dan si perokok malu
  6. ini lupa ditulis.. diingetin sama Febe (nuhun! :D) yaitu : pura-pura sesak nafas! saya pernah mencobanya. pernah berhasil pernah tidak sih. :| salah satunya pernah berhasil pas ospek jurusan saya loooh. nuhun teteh swasta! :D

Harusnya ya, kalau orang yang merokok itu punya hati yang mulia, di tahap 1 saja dia sudah sadar dan mematikan rokoknya. Kalau hatinya baik dan sedikit mulia, dia akan mematikan rokok di tahap 2-4. Nah, kalau hatinya memang sudah sangat pro terhadap rokok, maka terpaksa saya lakukan tahap 5.

Nah, gimana kalau kita adalah minoritas diantara mayoritas perokok? Hiks. Ini dia.. Kalah jumlah. :( Yang bisa saya lakukan ya menjauh perlahan dari mereka. Kalaupun harus berhadapan, ya pakai jurus ambil  nafas yang banyak lalu tutup hidung deh. :(

Oya, yang paling tidak keren adalah perokok yang merokok di tempat umum apalagi depan ibu hamil dan anak-anak!

Walaupun ngga ada tulisan Dilarang Merokok, saya berharap para perokok berbaik hati memikirkan para perokok pasif di sekitarnya. Salah satu teman saya pernah ‘membela’ perokok dengan bilang bahwa perokok pasif ngga perlu protes sama perokok aktif kalau dalam kondisi: perokok aktif sedang merokok, eh perokok pasifnya datang menghampiri si perokok aktif. Mungkin istilahnya seperti: ya udah tau disitu ada yang merokok, ko didatengin sih? Oke lah kalau begitu. Tapi tetap, pikirin udara sekitar dooooong.

Kedua: Membeli Rokok Itu Sama Dengan Menghamburkan Uang. Ya sebenarnya terserah orangnya ya, mau menghamburkan uang dengan cara apa. Toh bukan uang saya juga. Tapi sampai detik ini saya masih menganggap bahwa masih banyak kegiatan menghamburkan uang lainnya selain dengan merokok. Sungguh, saya sih mikir berjuta kali untuk mengeluarkan uang saya demi rokok yang dibakar, habis, dan meninggalkan jejak buruk di badan saya. Hiiiii.

Pernah lihat orang-orang yang kurang berada tapi masih rela dan berjuang agar bisa merokok? Ini nih yang bikin saya sedih sekali. Saya sempat berpikir, mungkin mereka merokok untuk menghilangkan lapar? (katanya rokok bisa bikin kenyang ya? :-?) Karena harga rokok lebih murah daripada makanan? Hiks. Kalau begini, masalahnya jadi luas sekali. Berhubungan dengan kesejahteraan warga negara Indonesia tercinta. :( Pas ngobrol sama Mas Aa, dia komentar:

“Bener sih teh, kita nggak boleh juga mikir kalau si bapak itu jahat atau bodoh dengan ngerokok, soalnya kita nggak tahu juga si bapak teh kumaha hidupnya. Yang jahat itu kan tukang lobi rokoknya teh…

Nah loh, si tukang lobi rokok juga kan melakukan pekerjaannya demi keluarga (mungkin). Ah sudahlah. Pokonya menurut saya, merokok itu sama dengan boros ngga ada manfaatnya.

_________________________

Hhhh. Panjaaaaang sekali kalau mau ngobrolin soal rokok ini. Ada yang memberikan solusi untuk menutup pabrik rokok. Lalu yang muncul pertanyaan: lah itu buruh rokok yang jumlahnya buanyaaaaak itu mau dikemanain? Lagi-lagi, kembali ke masalah kesejahteraan. Ekonomi. :(

Oya, dear dearest teman-teman dan sepupu saya yang merokok, saya memang bermaksud menyindir kalian looh. Hehehe. Ah kayanya entah sudah berapa kali saya menyindir kalian kan? ;) Sorry to say, mungkin bagi mereka yang kurang informasi mengenai rokok dan bahayanya sih saya para perokok pasif masih bisa sedikit toleran terhadap mereka. Tapi untuk orang-orang yang sudah kaya akan informasi.. Masa sih masih merokok? :)

Saya ngga benci kalian ko.. (halah, bahasanya :D) Tapi maaf, buat saya sih kalian termasuk orang tidak keren sama sekali # 1. :D Karena sejak masih kecil, menurut saya, mau seganteng/cantik, pinter, soleh, subhanallah apapun seseorang, tapi kalau merokok, ‘nilai’nya di mata saya turun sekali. Hehe.. Eh santai ya.. Jangan putuskan tali persahabatan. :D Dan saya ngga menutup diri untuk berteman dengan perokok ko. Tapi siap-siap saja saya ‘ceramahin’. :D

Pada dasarnya merokok memang hak masing-masing orang juga ya.. Sama halnya dengan hak untuk tidak merokok dan mendapatkan udara bersih. Tapi sekali lagi.. Untuk kalian yang sudah pintar (kaya akan informasi), masa sih masih merokok? ;)

foto diambil dari : http://www.smokefreenorthwest.org/workington-town-rlfc-spike-no-smoking-day/
foto diambil dari : http://www.smokefreenorthwest.org/workington-town-rlfc-spike-no-smoking-day/

catatan:

tulisan dengan tema Orang Tidak Keren Sama Sekali versi saya ini idenya muncul dari twitt saya waktu terjebak bersama perokok. waktu itu saya twitt kalau Orang Tidak Keren Sama Sekali nomor 1 adalah perokok. :D

saya lega sekali akhirnya bisa menulis tentang ‘kegundahan’ saya akan rokok ini. :D

2 thoughts on “Orang Tidak Keren Sama Sekali #1 : Orang yang Merokok

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s