Apa Saja · Budaya · Indonesia · Masakan

Turunan Seledri

I am a picky eater.

Terutama kalau berhubungan dengan makanan yang berbau menyengat. Misalnya daging kambing, bebek, ikan mentah… Ini subjektif sih ya sebenernya. Duren bau menyengat gitu tapi saya suka banget kok. :D

Selain makanan tadi, saya ngga suka sama seledri.

Makan bakso, bubur, sayur sop, risoles, apapun yang ada seledrinya pasti saya sisihkan. Tapi ngga sampai mogok makan juga sih kalau makanan yang ada cuma makanan berseledri hehe. Jadi kalau boleh pilih, saya pilih ngga pakai seledri, kalau ngga bisa milih yasudah. Kalau pesen bakso terus malah dikasih seledri? Ya sisihkan aja ngga dimakan. Sederhana sih, tapi praktiknya sering ribet. Jadi makin lama makannya :D

Yang menarik, di keluarga bukan cuma saya yang ngga suka seledri. Semua kakak saya ngga suka juga. Dan bisa ditebak, Ibeng juga ngga suka. Hahaha. Ya, jadi kenggasukaan kami sama seledri itu nurun dari Ibeng. Ibeng turunan dari mana? Dari.. Eyang Ema (eyang putri) hahaha.

Jadi di suatu acara keluarga besar, saya bantu Eyang ngambil bakso. Pesen Eyang: “tong pake saledri!” (jangan pakai seledri). Lalu sampai di tempat bakso liat tante ternyata misahin seledri juga. Hiyaaaa.. Berarti Eyang nih gara-garanya sampai ke cucu ikutan ngga suka seledri! Untungnya ngga semua keluarga besar ikutan ngga suka seledri. Kalau iya, seledri kehilangan ratusan penggemarnya :))

THIS! :D
THIS! :D

2 thoughts on “Turunan Seledri

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s