Keluarga

4 Tahun

Kemarin tepat 4 tahun Eyang Apa (eyang putra) kami meninggal. Dari dulu ngga ada ‘tradisi’ peringatan atau acara khusus di keluarga kami. Kami ingat eyang setiap hari, kami doakan eyang setiap waktu. Hari itu bertepatan juga dengan kejadian ini, yang sampai sekarang masih jadi top post dan setiap hari ada aja yang komentar nanya cara penyembuhan jari kejepit pintu mobil :D

Saya belum pernah cerita banyak ya tentang eyang dan gimana kepergiannya. Rasanya suka kebawa mellow hehe. Mungkin lain waktu deh. :)

Ini ada satu foto salah satu kenangan sama eyang:

87

Ini foto bagian belakang. Depannya foto saya & tiga sepupu yang seangkatan dan kami sama-sama masuk SMA yang sama. Asli norak banget ini tulisannya. Waktu itu kami sengaja foto studio pakai seragam SMA terus kami kasih ke eyang. Kenapa? Bangga soalnya bisa masuk SMA itu bareng-bareng hahahaha. Yang pasti bisa masuk sana karena doa eyang juga. Ternyata foto ini masih ada di rumah eyang, dan ternyata sama eyang ditandatangan juga plus pake tulisan nama SMA-nya hahahaha. Duh 4L4Y :))

Oh iya, sekarang kami sedang ada rencana untuk menuliskan cerita perjalanan eyang dari jaman penjajahan, perjuangan & perjalanan eyang. Penulisnya kemarin membagikan angket untuk kami jawab. Di sana ada pertanyaan tentang “apakah Apa pernah bicara tentang kriteria calon menantu?” Nah ini salah satu yang bikin saya sedih. Cita-cita banget nikah disaksikan oleh eyang. Dulu waktu eyang masih sehat eyang yang suka asih khutbah nikahnya. Alhamdulillah Wirya dulu sempat beberapa kali sih ketemu eyang walau sudah keadaan kurang sehat. Walau eyang ngga pernah bilang soal cara milih suami, tapi saya inget banget dulu waktu pamitan mau pergi pertukaran pemuda eyang bilang: “pergi-pergi terus, gapapa, tapi awas nanti jangan nikah sama bule ya!” Becanda sih tapi kejadian kok yang, nikahnya sama lokal lintas provinsi aja :))

Sejak eyang pergi 4 tahun lalu, keluarga besar kami bertambah besar (banget). Karena nambah cucu udah ngga mungkin, yang mungkin itu nambah cucu mantu & cicit. Waktu eyang pergi, cicit eyang baru 27 jumlahnya. Sekarang? EMPAT PULUH LIMA! Hahaha alhamdulillah berkah keluarga besar, generasi keempatnya udah sebanyak itu. Insya Allah anak kami nanti jadi cicit eyang ke-47 ya eyang.. :)

Yes, we’re expecting! :) 14 weeks now. Bismillah.. :)

2 thoughts on “4 Tahun

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s