Keluarga · Saya Suka!

Cintanya Eyang buat Eyang

Eyang Apa & Ema (putra & putri) tadi malam berkunjung ke rumah. Ceritanya transit sebelum meneruskan perjalanan untuk nengok mertua sepupu saya yang sedang sakit. Eyang transit buat shalat ashar. Niatnya, yang berangkat nengok itu cuma Eyang Ema, Ibeng (ibu saya) dan sepupu saya. Eyang Apa istirahat aja, soalnya kasian cape. Eh pas Eyang Ema mau berangkat, terjadilah percakapan berikut ini.. Kakak saya sih yang denger. Ini dia:

Eyang Ema :  “Apa nunggu di rumah Enni aja ya.. Cape.. Jalan na butut..” (Enni itu Ibeng saya. Jalan na butut artinya jalannya jelek..)

Eyang Apa : “…”

Eyang Ema : “Apa istirahat wae, biar bisa ikut ke Solo..” (keluarga besar kami insya Allah mau ke Solo 2 minggu lagi)

Eyang Apa : “… hidup mati kita bersama..”

Akhirnya Eyang Apa ikut Eyang Ema. :)

Ternyata walau saya pengen ketawa ngedengernya, tapi kata-kata terakhir Eyang Apa sakti juga buat ngebujuk Eyang Ema. :) Romantis! :D

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s